Arti Gerakan Dalam Anatomi

Gerakan Dalam Anatomi
Adanya persendian memungkinkan gerakan yang bermacam-macam. Berbagai gerak dengan persendian dikontrol oleh kontraksi otot.

Fleksi dan ekstensi. Fleksi adalah gerak menekuk atau membengkokkan. Ekstensi adalah gerakan untuk meluruskan. Contoh: gerakan ayunan lutut pada kegiatan gerak jalan. Gerakan ayunan ke depan merupakan (ante) fleksi dan ayunan ke belakang disebut (retro) fleksi / ekstensi. Ayunan ke belakang lebih lanjut disebut hiperekstensi.
Arti Gerakan Dalam Anatomi
Ilustrasi

Adduksi dan abduksi. Adduksi adalah gerakan mendekati tubuh. Abduksi adalah gerakan menjauhi tubuh. Contoh: gerakan membuka tungkai kaki pada posisi istirahat di tempat merupakan gerakan abduksi (menjauhi tubuh). Bila kaki digerakkan kembali ke posisi siap merupakan gerakan adduksi (mendekati tubuh).

Elevasi dan depresi. Elevasi merupakan gerakan mengangkat, Depresi adalah gerakan menurunkan. Contohnya: Gerakan membuka mulut (elevasi) dan menutupnya (depresi)juga gerakan pundak ke atas (elevasi) dan ke bawah (depresi)

Inversi dan eversi. Inversi adalah gerak memiringkan telapak kaki ke dalam tubuh. Eversi adalah gerakan memiringkan telapak kaki ke luar. Istilah inversi dan eversi hanya untuk wilayah di pergelangan kaki.
Supinasi dan pronasi. Supinasi adalah gerakan menengadahkan tangan. Pronasi adalah gerakan menelungkupkan. Juga perlu diketahui istilah supinasi dan pronasi hanya digunakan untuk wilayah pergelangan tangan saja

Endorotasi dan eksorotasi. Endorotasi adalah gerakan ke dalam pada sekililing sumbu panjang tulang yang bersendi (rotasi). Sedangkan Eksorotasi adalah gerakan rotasi ke luar.

Fungsi Darah Dalam Tubuh

yallatb
Kali Ini Blog Katumbu akan mensharing sedikit tentang fungsi darah dalam tubuh.
Fungsi darah terdiri atas : 
  1. Sebagai alat pengangkut. Ini dimaksudkan darah sebagai alat tranportasi dalam tubuh.
  2. Mengambil oksigen atau zat pembakaran dari paru-paru untuk diedarkan keseluruh jaringan tubuh.
  3. Mengangkat karbondioksida dari jaringan untuk dikeluarkan melalui paru-paru. 
  4. Mengambil zat-zat makanan dari usus halus untuk di edarkan dan di bagikan keseluruh jaringan tubuh. 
  5. Sebagai pertahanan tubuh terhadap serangan penyakit dan racun dalam tubuh dengan perantaraan leukosit dan antibody atau zat-zat anti racun.
  6. Menyebarkan panas ke seluruh tubuh

Mengenal Sel Darah Putih

Sel darah putih.
Sel darah putih dibentuk di sumsum tulang dari sel-sel bakal. Jenis dari golongan sel ini adalah golongan yang tidak bergranula yaitu limfosit T dan B, monosit dan makrofag, serta golongan yang bergranula yaitu eosinofil, basofil dan neutrofil. Peran sel-sel darah putih adalah untuk mengenali dan melawan mikro-organisme pada reaksi imun dan untuk membantu proses peradangan dan penyembuhan. Trombosit yang bukan merupakan sel tetapi fragmen sitoplasma penting untuk mengontrol perdarahan. Selain itu, sel-sel ini sering bekerja sama dengan sel darah putih dalam proses peradangan dan penyembuhan  (Elizabet J Corwin, 2009).

Bentuk dan sifat leukosit berlainan dengan eritrosit apabila kita lihat dibawah mikroskop maka akan terlihat bentuknya yang dapat berubah-ubah dan dapat bergerak dengan perantaraan kaki palsu (pseudopodia), mempunyai bermacam inti sel sehingga dapat dibedakan menurut inti selnya, warnanya bening, banyak dalam 1 mm3 darah kira-kira 6000-9000.

Fungsinya sebagai serdadu tubuh yaitu membunuh dan memakan bibit penyakit atau bakteri dalam limpa dan kelenjar limfe, serta sebagai pengangkut yaitu mengangkut/membawa zat lemak dari dinding usus melalui limpa terus ke pembuluh darah. Sel leukosit disamping berada di dalam pembuluh darah juga terdapat di seluruh jaringan tubuh manusia. Pada kebanyakan penyakit biasanya disebabkan oleh masuknya kuman/infeksi maka jumlah leukosit yang ada di dalam darah akan lebih banyak dari biasanya (Syaifuddin, 2006).

Jenis-jenis sel darah putih yaitu sebagai berikut:
(1)    Limfosit B, terbentuk di sum-sum tulang lalu bersirkulasi dalam darah sampai menjumpai antigen dimana mereka telah diprogram untuk mengenalinya. Pada tahap ini, limfosit B mengalami pematangan lebih lanjut dan menjadi sel plasma serta menghasilkan antibody.
(2)    Limfosit T, meninggalkan sumsum tulang dan berkembang selama migrasi menuju ke timus. Setelah meninggalkan timus, sel-sel ini beredar dalam darah sampai mereka bertemu dengan antigen-antigen dimana mereka telah di program untuk mengenalinya. Setelah dirangsang oleh antigennya, sel-sel ini menghasilkan bahan-bahan kimia yang menghasilkan mikro-organisme dan memberi tahu sel-sel darah putih lainya bahwa telah terjadi infeksi.
(3)    Monosit, terbentuk di sum-sum tulang masuk kedalam sirkulasi dalam bentuk imatur dan mengalami proses pematangan menjadi makrofag setelah masuk ke jaringan.
(4)    Makrofag, dapat tetap berdiam di jaringan atau digunakan dalam reaksi peradangan segera setelah sel ini matang.
(5)    Neutrifil, basofil dan eosinofil adalah sel-sel darah putih yang tampak granular yang membantu respons peradangan. Makrofag, neutrofil, basofil dan eosinofil semuanya berfungsi sebagai fagosit untuk mencerna dan menghancurkan mikro-organisme dan sisa-sisa sel. Selain itu, basofil bekerja seperti sel mas dan mengeluarkan peptide-peptida vasoaktif (Elizabet J Corwin, 2009).

Sistem Reproduksi Wanita Eksterna

Genitalia Eksterna menurut (Bobak, 2000)
a)    Vulva
Tampak dari luar (mulai dari mons pubis sampai tepi perineum), terdiri dari mons pubis, labia mayora, labia minora, clitoris, hymen, vestibulum, orificium urethrae externum, kelenjar - kelenjar pada dinding vagina.
Mons pubis/ semons veneris, Lapisan lemak di bagian anterior symphisis os pubis, pada masa pubertas daerah ini mulai ditumbuhi rambut pubis.

b)    Labia mayora
Lapisan lemak lanjutan mons pubis ke arah bawah dan belakang, banyak mengandung pleksus vena.Homolog embriologik dengan skrotum pada pria. Ligamentum rotundum uteri berakhir pada batas atas labia mayora. Di bagian bawah perineum, labia mayora menyatu (pada commisura posterior).

c)    Labia minor
Lipatan jaringan tipis di balik labia mayora, tidak mempunyai folikel rambut. Banyak terdapat pembuluh darah, otot polos dan ujung serabut saraf.

d)    Clitoris
Terdiri dari caput/ glans clitoris yang terletak di bagian superior vulva, dan corpus clitoris yang tertanam di dalam dinding anterior vagina. Homolog embriologik dengan penis pada pria. Terdapat juga reseptor androgen pada clitoris. Banyak pembuluh darah dan ujung serabut saraf, sangat sensitif.

e)    Vestibulum
Daerah dengan batas atas clitoris, batas bawah fourchet, batas lateral labia minora. Berasal dari sinus urogenital. Terdapat 6 lubang/ orificium, yaitu orificium urethrae externum, introitus vaginae, ductus glandulae Bartholinii kanan - kiri dan duktus Skene kanan-kiri. Antara fourchet dan vagina terdapat fossa navicularis.

f)    Introitus/ orificium vagina
Terletak di bagian bawah vestibulum. Pada gadis (virgo) tertutup lapisan tipis bermukosa yaitu selaput darah/ hymen, utuh tanpa robekan.
Hymen normal terdapat lubang kecil untuk aliran darah menstruasi, dapat berbentuk bulan sabit, bulat, oval, cribiformis, septum atau fimbriae. Akibat coitus atau trauma lain, hymen dapat robek dan bentuk lubang menjadi tidak beraturan dengan robekan (misalnya berbentuk fimbriae). Bentuk himen post partum disebut parous. Corrunculae myrtiformis adalah sisa selaput dara yang robek yang tampak pada wanita pernah melahirkan/ para.
Hymen yang abnormal, misalnya primer tidak berlubang (hymen imperforata) menutup total lubang vagina, dapat menyebabkan darah menstruasi terkumpul di rongga genitalia interna.

g)    Vagina
Rongga muskulo membranosa berbentuk tabung mulai dari tepi cervix uteri di bagian kranial dorsal sampai ke vulva di bagian kaudal ventral. Daerah di sekitar cervix disebut fornix, dibagi dalam 4 kuadran : fornix anterior, fornix posterior, dan fornix lateral kanan dan kiri. Vagina memiliki dinding ventral dan dinding dorsal yang elastis. Dilapisi epitel skuamosa berlapis, berubah mengikuti siklus haid.
Fungsi vagina : untuk mengeluarkan ekskresi uterus pada haid, untuk jalan lahir dan untuk kopulasi.
Bagian atas vagina terbentuk dari duktus Mulleri, bawah dari sinus urogenitalis. Batas dalam secara klinis yaitu fornices anterior, posterior dan lateralis di sekitar cervix uteri.
Titik Grayenbergh (G-spot), merupakan titik daerah sensorik di sekitar 1/ 3 anterior dinding vagina, sangat sensitif terhadap stimulasi orgasmus vaginal.

h)    Perineum
Daerah antara tepi bawah vulva dengan tepi depan anus. Batas otot-otot diafragma pelvis (m.levator ani, m.coccygeus) dan diafragma urogenitalis (m.perinealis transversus profunda, m.constrictor urethra).
Perineal body adalah raphe median m.levator ani, antara anus dan vagina. Perineum meregang pada persalinan, kadang perlu dipotong (episiotomi) untuk memperbesar jalan lahir dan mencegah ruptur.

Lapisan Otak (meningen)

Lapisan Otak (meningen)
lapisan otak biasa juga disebut meningen.

Menurut Willson (2006), selaput otak terdiri atas tiga lapisan yaitu:
1) Durameter
Selaput keras pembungkus otak yang berasal dari jaringan ikat tebal dan kuat, pada bagian tengkorak terdiri atas selaput (perios) tulang tengkorak dan durameter tropia bagian dalam. Durameter mengandung rongga yang mengalirkan darah dari vena otak, dan dinamakan sinus vena.

2) Arachnoidea
Arachnoidea yaitu selaput tipis yang membentuk sebuah balon yang berisi cairan otak meliputi seluruh susunan saraf sentral, otak, dan medulla spinalis. Arachnoidea berada dalam balon yang berisi cairan. Ruang sub arachnoid pada bagian bawah serebelum merupakan ruangan yang agak besar disebut sistermagna. Ruangan tersebut dapat dimasukkan jarum kedalam melalui foramen magnum untuk mengambil cairan otak, atau disebut fungsi sub oksipitalis.

3) Piameter
Merupakan selaput tipis yang terdapat pada permukaan jaringan otak. Piameter berhubungan dengan arachnoid melalui struktur jaringan ikat. Tepi flak serebri membentuk sinus longitudinal inferior dan sinus sagitalis inferior yang mengeluarkan darah dari flak serebri tentorium memisahkan serebrum dengan serebelum (Willson, 2006).

Saraf Kranial Batang Otak

http://katumbu.blogspot.com/
Saraf Kranial Batang Otak:
Dari batang otak terdiri dari 12 pasang saraf kranial yaitu:
  1. Nervus I (nervus olvaktorius) Serabut saraf olfaktorius berasal dari neuron yang terdapat dalam mukosa hidung yang terletak dibagian atas dari mukosa hidung sebelah atas dari conca nasalis superior. 
  2. Nervus II (Nervus optikus) Saraf ini penting untuk fungsi penglihatan dan merupakan saraf aferen sensorik khusus. Pada dasarnya saraf ini merupakan penonjolan dari otak ke perifer. 
  3. Nervus III Nervus oculamotorius) Saraf ini mempunyai nucleus yang terdapat pada mensenphalon. Saraf ini berfungsi sebagai saraf untuk mengangkat  bola mata. 
  4. Nervus IV (Nervus trochlearis) Pusat saraf ini terdapat pada mensephalon. Saraf ini mensarafi M obligue yang berfungsi memutar  bola mata. 
  5. Nervus V (Nervus trigeminus) Saraf ini terdiri dari 3 buah saraf yaitu nervus optalmicus, nervus maxilaris dan nervus mandibularis yang merupakan saraf gabungan sensorik dan motorik. Ketiga saraf ini mengurus sensasi umum pada wajah dan sebagian kepala, sebagian dalam hidung, mulut, gigi dan meningen. 
  6. Nervus VI (Nervus abducens) Berpusat di pons bagian bawah. Saraf ini menyarafi mulculus rectus lateralis. Kerusakan saraf ini dapat menyebabkan bola mata tidak dapat digerakkan ke lateral dan sikap bola mata tertarik ke medial (strabismus konvergen). 
  7. Nervus VII (Nervus vasialis) Saraf ini merupakan gabungan saraf. Saraf ini berfungsi untuk sensasi umum dan pengecapan, sedangkan saraf eferen untuk otot wajah atau mimik. 
  8. Nervus VIII (Nervus acusticus) Terdiri dari 2 komponen yaitu saraf pendengaran dan saraaf keseimbangan. 
  9. Nervus IX (Nervus glosofaringeus) Saraf ini mengurus lidah dan faring. Komponen motorik saraf ini mengandung serabut sensorik khusus. Komponen motorik saraf ini mengurus otot-otot faring. Serabut sensorik khusus mengurus pengucapan di lidah, disamping itu juga mengandung serabut sensori umum dibagian belakang lidah, tuba eustacius dan telinga tengah. 
  10. Nervus X (Nervus vagus) Saraf ini terdiri dari 3 komponen : a) Komponen motorik yang mensarafi otot-otot faring dan otot-otot yang menggerakkan pita suara. B) Komponen sensori yang mengurus perasaan dibvawah faring. c) Komponen saraf parasimpatis yang mensarafi sebagian alat-alat dalam tubuh. 
  11. Nervus  XI (Nervus Accesorius) Merupakan komponen saraf kranial yang berpusat pada nukleus ambigus segmen C 1, 2, 3. saraf ini mengurus medilla trapezius dan medulla stemocleidomastoideus. 
  12. Nervus XII (Nervus hypoglosus) Saraf ini merupakan saraf eferen yang mengurus otot-otot lidah. Nukleusnya terletak ada medula dasar ventrikularis IV dan menonjol sebagian trigonum hypoglosi (Wilson, 2006).